Malang Super Fight V

Selain gelaran apel akbar anti narkoba, konvoi simpatik Aremania, diskusi dan dialog sepakbola antar suporter, serta festival band suporter, rangkaian acara Indonesia Damai 2 juga dimeriahkan dengan pertandingan tinju amatir dan profesional bertajuk Malang Super Fight V di parkir barat Stadion Gajayana Malang. Gelar tinju tersebut tidak hanya diikuti oleh petinju-petinju lokal Malang dari D’Kross BC tetapi juga beberapa petunju luar kota dari Blitar, Surabaya. Taufik dari d’Kross BC dinobatkan sebagai petinju favorit dalam even ini. Sedangkan Roni asal Kroso Blitar menjadi petinju terbaik setelah mengalahkan Soleh (Gajayana BC).

Pertandingan tinju amatir dan professional “Malang Super Fight V” di Stadion Gajayana, akhir pekan kemarin berlangsung seru. Laga ini bertujuan untuk memajukan pembinaan tinju di Malang, yang pernah menyandang predikat sebagai barometer pertinjuan di tanah air. Taufik dari d’Kross BC yang turun dalam partai amatir kelas bulu 65 kilogram berhasil memetik kemenangan atas Dimas dari Kroso BC Blitar. Sedangkan Roni dari Kroso BC Blitar mampu mengalahkan Soleh asal Gajayana Malang.

Dalam pertandingan professional, Kirno Armase dari d’Kross BC berjaya menang angka atas lawanya, Witteker dari Krosso BC Blitar. Laga dalam memeriahkan Silaturrahmi Suporter Indonesia Damai II itu merupakan penampilan awal bagi Kirno Armase setelah absen selama enam bulan. Juara Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) ini melakukan pertandingan terakhir menghadapi Fahlan Sakrerin dari Thailand di Bangkok, enam bulan lalu.

Pertandingan Kirno melawan Sakrerin itu merupakan Kejuaraan Tinju IBF Asia Fasifik. Petinju asal Malang tersebut harus bertanding keluar negeri karena sudah menyandang juara ATI. ‘’Saat itu kami berbenturan dan Sakrerin terluka di kepala. Tapi saya justru dinyatakan kalah dari petinju tuan rumah tersebut,’’ sebut Kirno.

Kirno sempat berhenti bertinju selama enam bulan karena ibunya yang meninggal. Dia siap konsentrasi penuh dalam berlatih sehingga bisa melakukan pertandingan-pertandingan berikutnya, baik di Malang, kota-kota di Indonesia atau bahkan luar negeri.

Dia berharap kejuaraan-kejuaraan serupa banyak bergulir utamanya di Malang. Dengan begitu petinju-petinju Malang terus semakin semakin semangat memperbaiki diri untuk meningkatkan prestasinya.

Dalam partai lainnya, Heroes Tito yang juga berasal dari d’Kross BC menang atas Robert Copa dari Rokatenda BC Surabaya. Petinju yang bertarung pada kelas bulu 57,1 kilogram ini juga menang angka atas lawan dari Surabaya. (sumber: MalangPost)

Tags: , , ,

2 Responses to “Malang Super Fight V”

  1. boro mania | Ghosong's Blog Says:

    […] Malang Super Fight V […]

  2. Seputar Sepakbola Says:

    Malang kota yang luar biasa, dunia olahraganya menjadi inspirasi bagi kota-kota lain. Sebut saja para petinju profesional banyak lahir di Malang, klub sepakbolanya Arema dan yang pasti Aremania suporter paling kreatif.
    Salam Sepakbola.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: